Baca Puisi

Tiba-tiba aku ingin membacakan puisi

Kiranya, siapa yang mau dengar?

Puisi karya siapa yang akan kubacakan, ya?

Aah ini peluapan emosi dengan cara yang baik, toh?

Oleh karena karaoke ternyata tidak terlalu membantu.

Ayo, punya rekomendasi puisi tidak?

Iklan

Kapan Berhentinya?

Kapan terakhir kali punya keinginan semenggebu ini?

Sampai sakit begitu tahu tidak bisa mencapainya,

Sampai sakit tiap kali mengingatnya,

Sampai sakit tiap kali bersinggungan.. di instagram, di kereta, di pikiran paling dalam pun.

Kapan berhentinya ya, sakit nih.

Kado Tahun Ini

Ulang tahun kali ini aku dapat banyak kado dari Adya!

Bener-bener banyak loh, dua kali lipat dari tahun lalu. Pertama, sebelum naik kereta, Adya kasih kado dengan bungkus putih biru yang katanya “Maaf ya kalau bungkusnya berantakan, ini pertama kalinya loh aku bungkus kado”, kan bohong banget yaa. Tahun lalu juga dia kasih aku kado dengan bungkus warna biru muda, di stasiun juga kasihnya, dan kado tahun lalu itu dia bungkus sendiri juga. Bilangnya pun sama, semacam maaf bungkusnya berantakan gitu.

Aku terima kadonya, aku taruh di dalam tas dan terasa isi kadonya Baca lebih lanjut

Manusia-Manusia di Penghujung 2017

Kompleksitas manusia sudah tidak lagi menarik. Semua jadi menjijikan.

Banyak yang polanya makin nyata, sepanjang saya kenal, isi hidupnya hanya kepura-puraan. Atau skeptis pada sesama, seperti ini, saya yakini banyak yang menjalaninya dan ternyata itu pun memuakkan.

Kenapa manusia-manusia ini selalu ingin diperhatikan? Apa mereka sendiri tidak yakin dengan eksistensinya? Maka berpikirlah. Ingat René Descartes. Berpikir sendiri, jangan hanya mengikuti orang.

Bulan depan saya 24 tahun, saya sudah merasa tidak butuh banyak teman, padahal saya tidak tahu akan hidup sampai kapan. Manusia hanya merepotkan.

Catatan Hari Ini

Adya memintaku mencatat kejadian hari ini, supaya aku tidak mudah lupa, katanya.

Hari ini kami pergi ke Tajur. Jam 9 pagi sudah bertemu di Bambu Kuning, aku terlambat datang. Aku selalu suka pergi sejak pagi bersama Adya, bahkan hanya dengan tujuan Tajur: bengkel.

Sesampainya di bengkel, Adya mengurusi administrasi sementara aku menonton televisi. HBO tentunya jadi favoritku, untung sudah diputar channel itu sejak aku datang. Saat itu film yang diputar adalah Assasination of James… entahlah, Brad Pitt pemerannya. Adya suka film ini, tapi Baca lebih lanjut

Rumah Kopi Jacob

Mari melipir sedikit ke pinggiran Depok yang makin riuh. Coba ke sini dan semakin produktif, semakin intim dengan orang yang diajak, pun semakin intim dengan diri sendiri.

Namanya Jacob Koffie Huis, seorang teman mengajak ke sini untuk bertukar cerita. Tepatnya, ia berada di Jalan Kemuning, jalan tembus antara Jalan Siliwangi (dari arah Depok Timur) dan Jalan Kartini (menuju arah Citayam). Bukan, bukan Jalan Pemuda yang jadi pusat ‘Kerajaan Depok’ ya.

 

IMG_20170805_004616


Jangan takut tersasar, gangnya memang sempit dan sepi. Mungkin ingin berputar balik karena ragu, jangan ya, terus saja. Menurut pada namanya ‘Huis‘, maka begitu adanya, seperti rumah biasa dari luar.

Setelah pekarangan hijau menyambut, pintu kaca bisa membawamu ke dalamnya. Sofa kuning yang menarik perhatian ini akan dengan penuh suka cita menyambutmu. Baca lebih lanjut